Rabu, 28 Januari 2015

Mendaki adalah Belajar 



















Mendaki adalah belajar 
Belajar untuk saling berbagi 
Belajar saling memahami 
Belajar pula tentang toleransi 

Mendaki itu Belajar 
Bukan belajar pelajaran 
Namun belajar tentang arti persahabatan 

Puncak bukanlah satu satunya tujuan 
Saling menjaga selama pendakianlah yang diutamakan 

Mendaki adalah belajar 
Belajar mensyukuri nikmat Tuhan 
Mendekatkan diri dan belajar mencintai Alam 
----------------------------------------------------------------------------------

Sepertinya memang benar apa kata orang bahwa sekalinya kita pernah mendaki pasti kita akan ketagihan. 
Meskipun baru 3 kali melakukan pendakian (Merapi-Merbabu-Merbabu) namun banyak hal yang telah saya dapatkan.
Saya ngga tahu ini merupakan hobi atau hanya sekedar kesenangan sementara, namun bagi saya mendaki adalah Belajar. 

- Belajar berbagi 
Makanan, minuman dan perlengkapan lainnya yang kita bawa adalah milik bersama, so tidak ada kata "ini punyaku, ini punyamu” yang ada hanyalah “ini milik kita bersama". hehehe..  Berbagi itu indah kawaan.. 

- Belajar memahami 
Mencoba  memahami kondisi teman-teman kita, selama mendaki hendaknya kita tidak memaksakan kehendak sendiri. Ketika ada teman yang capek ya semuanya istirahat (break), meski kadang jalannya baru 1 menit sedangkan breaknya 5 menit. hahaha
Ada teman yang sakit yaa kita tolong, kita obati. Nah disinilah saya sesekali menerapkan ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan, mencoba menjadi seorang perawat yang tanggap dan melatih kepekaan diri. hihiii lebay dikit. 
Jika ada teman yang membawa beban (isi carier) terlalu berat ya bagi-bagi beban sama yang lain. Namun, biasanya yang cowok-cowok agak gengsi. hohoo 

- Mempererat persahabatan
Nah inilah makna terpenting dari sebuah pendakian, yaitu persahabatan.
Dengan mendaki kita bisa tahu mana yang bisa dijadikan sahabat, mana yang hanya teman biasa dan mana yang benar-benar sahabat.
Mendaki paling enak itu jika kita mendaki bersama sahabat-sahabat kita, bareng pasangan mungkin juga iya sih (tapi saya belum pernah merasakan -_-) sebab mendaki adalah cara yang tepat untuk mempererat sebuah hubungan. J
Kita bakal merasakan sebuah kedekatan yang lebih bersama sahabat-sahabat kita selama mendaki. Bahkan, kita bisa tahu seperti apa sifat sesungguhnya sahabat-sahabat kita. :D

Merbabu
Ingat puncak bukanlah satu-satunya tujuan mendaki, tujuan kita yang utama adalah tiba di rumah dengan selamat. Artinya? Kita tidak boleh egois ketika kita ingin sampai di puncak namun ada teman yang kondisinya tidak memungkinkan untuk sampai ke puncak atau mungkin cuaca yang kurang mendukung untuk kita bisa sampai ke puncak. Keselamatan kita menjadi prioritas utama. (kata seorang teman)

-Belajar mencintai alam
Teringat dengan kalimat ini :
“Bukankah alam semesta dan segala isinya merupakan perwujudan konkret dari cinta Tuhan yang luar biasa?”
Nah.. Tuhan saja mencintai kita salah satunya dengan menciptakan alam semesta ini, masa kita tidak mencintai alam yang telah diciptakan.
Lalu sekarang pertanyaannya adalah, apakah dengan mendaki berarti kita sudah mencintai alam?
Bagi saya mendaki merupakan salah satu cara saya mencintai alam, mendekatkan diri dengan alam serta mengagumi kebesaran Tuhan. Namun mendaki bukan satu-satunya cara mencintai alam, ada banyak cara kita mencintai alam.
Akan tetapi ada 1 hal yang sangat disayangkan, banyak pendaki yang membuang sampah sembarangan di gunung, nah yang seperti ini berarti mereka belum mencintai alam mereka baru menikmati alam. Cinta adalah menjaga, jika seorang pendaki tidak menjaga kebersihan dan keutuhan alam berarti mereka bukan pecinta alam namun penikmat alam.


Oiya pendaki-pendaki di gunung itu ramah-ramah banget loh, setiap kita berpapasan pasti selalu saling menyapa meskipun tidak saling kenal. So, ketika kita mendaki SKSD saja pada sesama pendaki. Hihiii

Selagi masih muda, masih punya cukup waktu luang, masih belum punya banyak beban luangkanlah waktu sejenak untuk sekedar mengagumi kebesaran Tuhan. Mendaki gunung memang capek, menguras tenaga dan waktu namun percayalah semua itu akan terbalas oleh pemandangan yang sangat menakjubkan.








"Di setiap perjuangan pasti akan ada balasan, dan percayalah tidak ada satupun perjuangan yang sia-sia. :) "











Tidak ada komentar:

Posting Komentar