Mendaki adalah Belajar
Belajar untuk saling berbagi
Belajar saling memahami
Belajar pula tentang toleransi
Mendaki itu Belajar
Bukan belajar pelajaran
Namun belajar tentang arti persahabatan
Puncak bukanlah satu satunya tujuan
Saling menjaga selama pendakianlah yang diutamakan
Mendaki adalah belajar
Belajar mensyukuri nikmat Tuhan
Mendekatkan diri dan belajar mencintai Alam
----------------------------------------------------------------------------------
Sepertinya memang benar apa kata orang bahwa sekalinya kita pernah
mendaki pasti kita akan ketagihan.
Meskipun baru 3 kali melakukan pendakian
(Merapi-Merbabu-Merbabu) namun banyak hal yang telah saya dapatkan.
Saya ngga tahu ini merupakan hobi atau hanya sekedar
kesenangan sementara, namun bagi saya mendaki adalah Belajar.
- Belajar berbagi
Makanan, minuman dan perlengkapan lainnya yang kita bawa
adalah milik bersama, so tidak ada kata "ini punyaku, ini punyamu” yang
ada hanyalah “ini milik kita bersama". hehehe.. Berbagi itu indah
kawaan..
- Belajar memahami
Mencoba memahami kondisi
teman-teman kita, selama mendaki hendaknya kita tidak memaksakan kehendak
sendiri. Ketika ada teman yang capek ya semuanya istirahat (break), meski
kadang jalannya baru 1 menit sedangkan breaknya 5 menit. hahaha
Ada teman yang sakit yaa kita tolong, kita obati. Nah disinilah
saya sesekali menerapkan ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan, mencoba
menjadi seorang perawat yang tanggap dan melatih kepekaan diri. hihiii lebay
dikit.
Jika ada teman yang membawa beban (isi carier) terlalu berat ya
bagi-bagi beban sama yang lain. Namun, biasanya yang cowok-cowok agak gengsi.
hohoo
- Mempererat persahabatan
Nah inilah makna terpenting dari sebuah pendakian, yaitu
persahabatan.
Dengan mendaki kita bisa tahu mana yang bisa dijadikan sahabat,
mana yang hanya teman biasa dan mana yang benar-benar sahabat.
Mendaki paling enak itu jika kita mendaki bersama sahabat-sahabat
kita, bareng pasangan mungkin juga iya sih (tapi saya belum pernah merasakan -_-)
sebab mendaki adalah cara yang tepat untuk mempererat sebuah hubungan. J
Kita bakal merasakan sebuah kedekatan yang lebih bersama
sahabat-sahabat kita selama mendaki. Bahkan, kita bisa tahu seperti apa sifat
sesungguhnya sahabat-sahabat kita. :D
![]() |
| Merbabu |
Ingat puncak bukanlah satu-satunya tujuan mendaki, tujuan kita
yang utama adalah tiba di rumah dengan selamat. Artinya? Kita tidak boleh egois
ketika kita ingin sampai di puncak namun ada teman yang kondisinya tidak
memungkinkan untuk sampai ke puncak atau mungkin cuaca yang kurang mendukung
untuk kita bisa sampai ke puncak. Keselamatan kita menjadi prioritas utama. (kata
seorang teman)
-Belajar mencintai alam
Teringat dengan kalimat ini :
“Bukankah alam semesta dan segala isinya merupakan perwujudan
konkret dari cinta Tuhan yang luar biasa?”
Nah.. Tuhan saja mencintai kita salah satunya dengan menciptakan
alam semesta ini, masa kita tidak mencintai alam yang telah diciptakan.
Lalu sekarang pertanyaannya adalah, apakah dengan mendaki berarti
kita sudah mencintai alam?
Bagi saya mendaki merupakan salah satu cara saya mencintai alam,
mendekatkan diri dengan alam serta mengagumi kebesaran Tuhan. Namun mendaki
bukan satu-satunya cara mencintai alam, ada banyak cara kita mencintai alam.
Akan tetapi ada 1 hal yang sangat disayangkan, banyak pendaki yang
membuang sampah sembarangan di gunung, nah yang seperti ini berarti mereka
belum mencintai alam mereka baru menikmati alam. Cinta adalah menjaga, jika
seorang pendaki tidak menjaga kebersihan dan keutuhan alam berarti mereka bukan
pecinta alam namun penikmat alam.
Oiya pendaki-pendaki di gunung itu ramah-ramah banget loh, setiap
kita berpapasan pasti selalu saling menyapa meskipun tidak saling kenal. So,
ketika kita mendaki SKSD saja pada sesama pendaki. Hihiii
![]() |
Selagi masih muda, masih punya cukup waktu luang, masih belum
punya banyak beban luangkanlah waktu sejenak untuk sekedar mengagumi kebesaran
Tuhan. Mendaki gunung memang capek, menguras tenaga dan waktu namun percayalah
semua itu akan terbalas oleh pemandangan yang sangat menakjubkan.
"Di setiap perjuangan pasti akan ada balasan, dan percayalah tidak ada satupun perjuangan yang sia-sia. :) "
![]() |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar