Belajar bisa dimanapun dan kapanpun.
16-21 Desember 2014 saya belajar banyak hal dari sebuah kondisi dimana banyak orang yang kehilangan anggota keluarga yang dicintainya. Ya.. tepatnya di Desa Sampang kecamatan Karangkobar, Banjarnegara yang tertimpa bencana tanah longsor.
Saya tinggalkan kuliah selama 6 hari tersebut demi bergabung dengan Tim Relawan DERU (Disaster respon Unit) UGM, saya kesampingkan masalah kuliah beserta tugas-tugas dari dosen. Disaat teman-teman sedang sibuk belajar mempersiapkan ujian akhir blok, saya tetap memantapkan hati berangkat ke Banjarnegara bukan karena saya tidak mau mengerjakan tugas dari dosen, tidak mau pusing membaca materi ujian atau bahkan saya tidak mementingkan kuliah, namun saya berpikir inilah kesempatan saya untuk bisa terjun langsung membantu orang-orang yang membutuhkan, menambah wawasan dan pengalaman.
Saya yakin bahwa belajar itu tidak harus di kampus, belajar itu tidak melulu tentang materi kuliah tapi yang paling penting adalah belajar tentang kehidupan.
Tim dari DERU UGM berjumlah sekitar 36 mahasiswa dari berbagai jurusan seperti kedokteran, keperawatan, psikologi, sastra, teknik, gizi kesehatan, manajemen bencana dll. Kemudian kami dibagi lagi menjadi tim-tim kecil yaitu tim kesehatan, tim psikologi, tim logistik, tim PU,tim transportasi, tim maping, tim TPA serta tim Posko.
Pada hari pertama dan kedua saya masuk sebagai tim kesehatan dimana tugas kami adalah membantu Puskesmas melakukan assesment untuk mendapatkan data jumlah pengungsi beserta masalah-masalah kesehatan yang mereka keluhkan. Sebagian besar korban yang selamat mengungsi di rumah-rumah warga yang jaraknya lumayan jauh.
Kami disambut dengan sangat baik oleh kepala desa setempat beserta istrinya yang sangat lucu.
Saya masih sangat ingat waktu itu saya melakukan assesment di 2 rumah warga yang disitu ada sekitar 22 pengungsi. Mendengarkan cerita kronologi kejadian longsor dari korbannya langsung, ya tuhan rasanya ingin sekali meneteskan air mata seolah tak tahan mendengarkan betapa ngerinya longsor itu, melihat ibu A bercerita sambil menangis. di tengah kondisi mereka yang seperti itu,mereka tetap bersikap ramah bahkan saya dikasih suguhan. hehe.. Ada satu lagi yang berkesan bagi saya yaitu saya dicium dan dipeluk erat oleh seorang nenek berumur 90 an tahun yang selamat dari longsor mungkin saya dikira cucunya atau mungkin muka saya terlalu nggemesin. :3
Hari-hari berikutnya saya dan beberapa teman membantu di dapur umum, masak bareng ibu-ibu disana, ngerumpi juga sii sama ibu-ibu dan bapak-bapak juga. hihii
2 hari terakhir saya masuk sebagai tim TPA. sebenarnya bukan TPA sii tapi lebih ke mengajak bermain adik-adik yang selamat dari longsor. Entah saya harus sedih atau bahagia, namun saya bahagia bisa berjumpa dengan mereka meskipun disisi lain saya juga sedih melihat kondisi adik-adik disana.
Meli si kecil yang cerdas dan kalem, bercita-cita menjadi seorang guru, ibunya menjadi salah satu korban meninggal.
vani, kakaknya meli si kecil berambut panjang dan pirang, kelak ingin menjadi guru juga seperti adiknya.
Tina, gadis kelas 5 SD ini termasuk korban yang mengalami trauma psikis yang agak berat sebab teman mainnya menjadi korban meninggal sehingga ia harus menjalani terapi untuk mengatasi trauma psikisnya.
Isah si cantik yang bercita-cita sebagai pramugari.
Anggi dan anggun kakak adik yang sama-sama cantik.
Meli, Vani,tina Isah, Anggi, Anggun, Ean, Nesya, Galuh, Firli, Galang, dan adik-adik lainnya.. kakak kangen banget sama kalian, kangen pelukan kalian, kangen canda tawa dan ulah kalian yang menggemaskan. Bermain bareng mereka dari pagi sampai sore tak pernah merasa lelah.
Saya banyak belajar dari adik-adik ini, mereka masih bisa tersenyum dan tegar menghadapi kondisi seperti itu.
Belajar bisa dimanapun dan kapanpun, selagi saya masih muda saya mencoba untuk melakukan hal-hal baru yang positif tentunya, saya tidak mau menghabiskan masa kuliah saya hanya untuk belajar di dalam kampus.
Di luar sana banyak kok ilmu yang dapat dipelajari.;)
Terimakasih adik-adik kecil dari Banjarnegara, kakak kangen banget sama kalian.
Terimakasih warga Karangkobar atas keramahan yang selalu kalian suguhkan.
Terimakasih teman-teman DERU UGM, semoga keakraban akan selalu terbina diantara kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar